Sosialisasi Computational Thinking dan bebras kab Bantul

Teknologi merupakan sebuah alat yang diciptakan untuk mempermudah kinerja hidup manusia, salah satu sektor yang dipengaruhi oleh teknologi adalah pendidikan. Sejak mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ditiadakan, siswa tidak mendapatkan ilmu tentang perkembangan dunia teknologi serta kurang memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah tertentu secara runtut (Computational Thinking).

Guna mengenalkan konsep Computational Thinking terhadap pembelajaran di sekolah, tim dosen dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri dari Faisal Fajri Rahani, Anna Hendri Soleliza Jones, dan Dinan Yulianto bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul serta Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bantul mengadakan sosialisasi mengenai cara berpikir komputer dan sosialisasi lomba Bebras 2020. Acara tersebut didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Sosialisasi dibagi menjadi beberapa tahap, pada tahap pertama dilakukan secara regional oleh beberapa Biro Bebras DIY Jateng. UAD menjadi host pada acara tersebut. Acara tersebut dilakasanakan secara daring pada tanggal 18 Juli 2020. Kegiatan berikutnya dilakukan dalam lingkungan BKS SD/MI Muhammadiyah Bantul secara regional yang dilaksanakan secara daring pada 19 September 2020. Kegiatan ini diikuti oleh guru pada lingkungan BKS SD/MI Bantul. Kedua kegiatan tersebut akan diteruskan dengan kegiatan kompetisi Bebras yang akan dilaksanakan secara nasional pada awal November 2020.

Pada tahap pertama, peserta mendapatkan materi mengenai rangkaian kegiatan Bebras yang dilaksanakan secara nasional. Materi tersebut disampaikan oleh pembina Bebras Indonesia. Pada tahap kedua, kegiatan tersebut membahas mengenai apa itu cara berpikir komputasional dan sosialisasi lomba Bebras 2020. Pada tahapan selanjutnya akan dilaksanakan kompetisi cara berpikir komputasional yang akan dilaksanakan secara nasional. Kompetisi ini diikuti oleh siswa SD hingga SMA se-Indonesia secara daring.

Setelah kegiatan tersebut, harapannya para peserta dapat memahami apa yang dimaksud dengan cara berpikir komputasional dan diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar pada lingkungan sekolah SD/ MI Muhammadiyah Bantul.