Sosialisasi Computational Thinking dan Pembuatan Game sederhana pada Guru SD Muhammadiyah se Kecamatan Wirobrajan

Menyambut revolusi industri 4.0 dan society 5.0 Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UAD mengenalkan metode berpikir Computational Thinking(CT) kepada guru SD Muhammadiyah. 2 dosen Teknik Informatika yaitu Miftahurrahma Rosyda dan Ahmad Azhari menyampaikan pelatihan ini secara daring dan luring. Pelatihan secara luring bertempat di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 dengan diikuti oleh Guru dari SD Muhammadiyah Wirobrajan 1, guru SD Muhammadiyah Wirobajan 2 dan guru SD Muhammadiyah Wirobrajan 3. Sedangkan pelatihan secara daring berlangsung menggunakan aplikasi zoom meeting dan youtube. Diharapkan dengan adanya siaran langsung pelatihan CT ini dapat menjangkau banyak guru di luar kecamatan Wirobrajan. Alhamdulillah pelatihan ini diikuti secara luring oleh 40 guru SD Muhammadiyah se-Kecamatan Wirobrajan dan 30an peserta yang menyaksikan lewat aplikasi zoom dan youtube.

Computational thinking(CT) mengajarkan guru untuk bisa berpikir kritis dan memecahkan masalah sebagaimana Komputer bekerja. Dengan pelatihan ini diharapkan guru dapat mengajarkan ke siswa dan menerapkan ke mata pelajaran di sekolah. Untuk mengasah kemampuan analisis guru diberikan beberapa soal CT yang berasal dari Lomba Tantangan Bebras beberapa tahun yang lalu. Lomba Tantangan Bebras dilaksanakan serentak secara Nasional untuk tingkat SD, SMP dan SMA secara online, untuk pelaksanakan lomba Tantangan Bebras tahun ini insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 9-13 November 2020. UAD merupakan salah satu bebras biro di Yogyakarta yang bertugas mengajarkan soal CT ke guru dan memfasilitasi siswa yang hendak mengikuti lomba tantangan Bebras.

Selain mengajarkan CT dan beberapa soal Tantangan Bebras, pelatihan ini juga mengenalkan cara membuat game sederhana menggunakan software Scratch dan arduino Makey-Makey. Pembuatan game ini cukup mudah dan bisa dilakukan oleh anak SD sekalipun. Diharapkan pembelajaran di kelas menjadi lebih menyenangkan dengan adanya game sederhana yang dibuat oleh guru dan siswa sendiri. Game ini tidak hanya bisa diaplikasikan untuk materi yang bersifat saintek, namun juga dapat digunakan untuk materi agama, seni dan penjaskes.

Dari evaluasi yang dilakukan hampir semua peserta merasa puas dan bersedia mengikuti kegiatan pelatihan selanjutnya. Peserta juga merasakan manfaat belajar computational thinking dan menginginkan pelatihan lanjutan tentang pembuatan game sederhana menggunakan Scratch dan Makey-Makey. Dalam sambutannya kepala sekolah SD Muhammadiyah Wirobrajan 3, Bapak Cahyono, S.Ag mengatakan bahwa mereka bersyukur dapat menjalin kerjasama dengan dosen dan mahasiswa UAD, pelatihan ini juga sangat dibutuhkan oleh guru agar tetap dapat mengikuti zaman dan mengemas pembelajaran di sekolah dengan terampil, kreatif, dan inovatif.(25/9)